Jenis Aset
Penulis secara umum membagi Aset utama yang baik untuk dikelola adalah Paper Aset, Properti dan Bisnis Tersistem.
Pengelolaan Aset tersebut sering kali disebut sudut pandang lain dengan "investasi" dan penulis khusus penyebut "Pengelolaan Aset".
Sumber Pendapatan
Secara sederhana penulis membagi sumber pendapatan jadi 3 yaitu aktif, masif dan pasif. Pendapatan aktif lebih pada pendapatan dari usaha dan waktu yang dikorbankan secara aktif untuk memperoleh pendapatan sejumlah tertentu tersebut. Pendapatan Masif adalah pendapatan yang diperoleh dalam jumlah besar. Pendapatan Pasif adalah pendapatan yang diperoleh dengan keterlibatan usaha dan waktu yang minimal.
Apa Kepemilikan Aset ?
Secara sederhana Kepemilikan Aset adalah kepemilikan dalam bentuk/instrumen aset berdasarkan alasan-alasan rasional yang dipertimbangkan dengan matang.
Bentuk/instrumen aset yang dalam hal ini baik dikelola adalah paper aset, properti dan bisnis tersistem. Detail masing-masing aset akan dirinci dalam tulisan tersendiri.
Dalam keputusan Kepemilikan Aset perlu mempertimbangkan beberapa hal berikut :
- tujuan, bisa disimpan jangka panjang, untuk dijual kembali atau tujuan khusus
- jangka waktu, jangka pendek, menengah atau jangka panjang
- tingkat risiko, rendah, sedang atau tinggi
- kondisi keuangan, dana segar untuk jangka panjang, menengah atau pendek denagn jumlah tertentu
- pengetahuan yang berkaitan
Konsep Kepemilikan Aset di sini berseberangan dengan spekulasi. Spekulasi ada porsi/bagian besar yang besar dalam keputusannya yang mengandung gambling atau ketidakpastiannya baik dalam rasionalitas, pertimbangan, keamanan maupun hasil Kepemilikan Asetnya. Atau secara sederhana, spekulasi tidak dengan pertimbangan rasional yang matang.
Apa Langkah Kepemilikan Aset ?
Ada beberapa langkah/step yang perlu dipertimbangkan sebelum melakukan Kepemilikan Aset pada satu atau beberapa bentuk/instrumen Aset.
Langkah-langkah ini sering kali dilewati, padahal tiap langkahnya sangat penting.
Apa saja langkah Kepemilikan aset itu ?
1. Tentukan Tujuan Kepemilikan Aset !!
Secara garis besar ada 4 tipe tujuan Kepemilikan Aset yaitu :
a. Keamanan Dana
Keamanan dana merupakan tujuan Kepemilikan Aset yang mengharapkan dalam kurun waktu yang ditentukan, sampai jatuh tempo investasi atau pencairan besarnya dana untuk Kepemilikan Aset awal tetap atau tidak berkurang. Untuk tujuan ini biasanya pertimbangan lebih banyak pada tetapnya prinsipal dan likuiditas/kemudahan pada saat pencairan.
b. Keamanan Dana dan Pendapatan
Dalam tujuan Kepemilikan Aset ini selain keamanaan diharapkan ada pendapatan atau pembagian hasil secara berkala (misalnya bulanan, tahunan) yang diterima atau dibagikan, mungkin saja pendapatan berkala ini tidak besar.
c. Pendapatan dan Pertumbuhan
Tujuan investasi ini selain hasil Kepemilikan Aset berkala yang diterima, dalam hal pokok Kepemilikan Asetnya ada pertumbuhan. Besarnya pokok Kepemilikan Aset pada saat pencairan ada pertumbuhan atau lebih besar pokok (nilai Kepemilikan Aset awal).
d. Pertumbuhan
Tujuan Kepemilikan Aset ini lebih mementingkan adanya pertumbuhan dalam pokok atau nilai Kepemilikan Aset awal atau nilai prinsipalnya, keuntugnan yang diperoleh merupakan selisih antara hasil pencairan dan Kepemilikan Aset awalnya.
2. Berapa lama Jangka waktu Kepemilikan Aset?
Jangka waktu yang rasional untuk Kepemilikan Aset sangat bergantung pada bentuk instrumen Aset dan pertimbangan dari investor sendiri. Misalnya Kepemilikan Aset pada deposito, pendapatan berkala yang diperoleh adalah bulanan, Kepemilikan Aset pada saham bisa tahunan atau bahkan puluhan tahun, Kepemilikan Aset obligasi antara 3 sampai 10 tahun dan lain sebagainya.
3. Berapa Tingkat risiko yang sanggup ditanggung ?
Pemilik Aset yang memiliki dana dari hasil pensiun dan sudah memiliki umur, biasanya tujuan Kepemilikan Asetnya kombinasi dari keamananan dan pendapatan. Dengan demikian risiko yang sanggup ditanggung relatif rendah. Lain halnya dengan pegawai muda, ada yang berani untuk Kepemilikan Aset pada intrumen yang menantang, Kepemilikan Aset pada saham bisa menjadi pilihan.
Untuk mengelola risiko, biasanya penasehat keuangan memberikan rekomendasi alokasi Kepemilikan Aset (porsi bentuk Aset dan dan presentasenya masing-masing) yang unik berdasarkan pertimbangan yg komprehensif.
4. Bagaimana Keadaan keuangan Anda ?
Keadaan keuangan salah satu pertimbangan yang penting. Untuk pegawai yang penghasilannya sebesar Rp. 1 juta per bulan, paling tidak Kepemilikan Aset yang dapat dilakukan adalah Kepemilikan Aset berkala atau Kepemilikan Aset dari sebagian tabungannya. Mungkin untuk yang ini pilihan instrumen Asetnya terbatas karena nilai Kepemilikan Aset cukup kecil, jadi yang paling real adalah deposito atau reksa dana dengan denominasi/pecahan yang kecil.
Untuk pengusaha yang pendapatannya cukup besar mungkin dalam kisaran puluhan juta sampai ratusan juta, pilihan untuk Kepemilikan Asetnya cukup besar.
Jadi keadaan keungan cukup penting, selain dilihat dari profil pendapatannya, pola pengeluarannya juga sangat mempengaruhi untuk keputusan Kepemilikan Asetnya.
5. Pahami Pengetahuan untuk pengambilan keputusan Kepemilikan Aset tersebut !!
Makin banyak pengetahuan yang dipunyai tentang segala hal tentang Kepemilikan Aset makin berkurang risiko atas keputusan Kepemilikan Aset. Dengan demikian pengetahuan faktor yang penting. Jika waktu Kepemilikan Aset dalam waktu dekat merupakan pertimbangan yang penting, Pemilik Aset dapat menunjuk penasehat atau manajer investasi untuk Kepemilikan Aset tersebut. Penasehat Kepemilikan Aset hanya memberikan rekomendasi Kepemilikan Aset, manajer investasi dapat memberikan jasa rekomendasi termasuk pengelolaan dana Kepemilikan Aset berdasarkan atas kontrak atau perintah tertulis.
Ada 2 hal pengetahuan yang perlu didalami Pemilik Aset yaitu:
a. Tentang Kepemilikan Aset secara umum
b. Tentang produk yang akan dibeli
Jadi selalu pertimbangkan secara rasional dan matang sebelum ambil keputusan Kepemilikan Aset, jika perlu tanyakan pada perencana keuangan, penasehat Kepemilikan Aset atau manajer investasi agar lebih mantap dan komprehensif sebelum mengambil keputusan dalam Kepemilikan Aset.

No comments:
Post a Comment